Senin, 29 Juni 2009

Inilah Lagu-lagu Terbaik Michael Jackson


NEW YORK, KOMPAS.com - Menyeleksi album dari seorang artis seterhormat dan semendunia Michael Jackson sungguh kerja yang monumental, tulis editor musik J. Edward Keyes, dalam Rolling Stone edisi online (26/6). Yang jelas, warna vokalnya yang luar biasa lentur dan dibawakannya hingga menjadi rangkaian-rangkaian melodi yang tidak lekang oleh waktu. Kualitas karyanya telah membuatnya menjadi legenda yang tidak bisa tertandingi legenda pop manapun. Inilah sejumlah lagu terbaik Michael Jackson versi Edward Keyes dari Rolling Stone.
"I Want You Back"
Lagu bercorak R&B ini bahkan tampak lebih keren dibawakan 40 tahun setelah pertamakali diluncurkan. Suara Michael saat masih berusia 17 tahun pada lagu ini sungguh ajaib. Inilah lagu yang nyaris mendekati sempurna.
"Rock With You"
Inilah lagu yang ikut mengawali kebesaran karier penyanyi pop masa kini Justin Timberlake. Apa yang menakjubkan dari lagu ini adalah nuansanya yang sangat menghanyutkan. Diiringi suara dominan gitar, Michael tampil lembut dan benar-benar menanggalkan keagresifannya. "Billie Jean"
Michael dan produser Quincy Jones memenuhi lagu ini dengan sentuhan ganjil namun mempesona. Billie Jean adalah "masterpiece" dan salah satu yang tidak hilang keunikan dan energi tersembunyinya, tak peduli seberapa kali Anda memutar atau mendengarnya.
"Give In to Me"
Michael Jackson kerapkali menciptakan karya terbaiknya saat disergap oleh kegalauan, salah satunya nomor aneh nan sinis mengenai cinta obsesif yang terdapat pada album "Dangerous" ini. Gitaris terkenal grup Guns N Roses, Slash, mengiringi salah satu nomor adi luhung ini.
"Thriller"
Lagu ini kerap disebut meletakkan dasar bagi revolusi video musik. Jackson dan Quincy Jones menyelimuti lirik lagu ini dengan latar video bernuansa robotik yang dibuka oleh bayangan iblis di kegelapan, lalu diakhiri oleh gerombolan mayat hidup yang mengelilingi mangsanya.
"Human Nature"
Ini adalah salah satu balada terlembut dan memilukan dari Michael. Cara bagaimana vokalnya mengalun mengikuti nada lagu sangat berkelas, rintihan berulang-ulangnya dalam bait "Why? Why?" sangat menyayat hati. "Wanna Be Startin' Somethin' " Refrainnya terdengar seperti konfrontasi, namun di dalamnya terkandung empati asli dirinya,"You're stuck in the middle, and the pain is thunder." Lagu ini dipercantik oleh betotan bas dari basis kondang James Lee Jamerson, dan backing vocal bernuansa gerejani.
"The Way You Make Me Feel"
Semua bagian dari lagu empat setengah menit berkandungkan kebahagian sejati ini ditempatkan pada komposisi sempurna. Lagu ini menyiratkan ungkapan sepenuh hati Michael tentang cinta kasih.
"Smooth Criminal"
Kencang dan mengguncang, Michael mengubah karakter suaranya bagai senapan mesin dan mengurangi lirik dengan tampak bersimpati baik kepada agresor maupun yang diagresi, selain bernuansa horor.
"Black or White"
Michael mempunyai tendensi untuk bersikap terang atas hal yang lagi hangat diguncingkan orang, namun "Black or White" dengan cermat menyembunyikan komentar sosialnya dalam kidung cinta berisi pesan, gunakanlah hati untuk memupus sekat rasial.
"In the Closet"
Lagu Michael yang tidak masuk hit sama menakjubkannya dengan lagu-lagunya yang menerobos tangga lagu terpopuler. Pada lagu yang digubah tahun 1991 ini, dia seperti membayangkan seluruh musik pop pasca 80an. Suara Michael terdengar gagap sampai memasuki refren untuk kemudian terdengar bersih dan lentur kembali.
"Scream"
Di lagu ini Michael berduet dengan sang adik Janet Jackson dalam sebuah video musik paling mahal yang pernah dibuat. Dua Jackson bersaudara ini berhasil mematahkan kritik bahwa lagu pop tak bisa berlatar ganas seperti ada pada musik rock atau metal. "I Can't Help It" Michael berduet dengan Stevie Wonder menyanyikan balada yang mengalun di atas dominasi suara organ dan bass. Dia menyisihkan waktu banyak untuk lagu ini sehingga kelezatan musiknya tampak sederhana namun tetap memukau.
"Leave Me Alone"
Lagu ini adalah versi gelap dari lagu sebelumnya "The Way You Make Me Feel" dimana di dalamnya ada amarah, juga laku agresif dan frustasinya. "P.Y.T." Di nomor bergenre R&B ini, Michael terlihat sungguh terkontrol, meletakkan lengking kuatnya di refrain sehingga membuat semuanya tampak serirama.
"Beat It"
Lagu yang amat akrab di telinga ini tak perlu dijelaskan lagi dan yang paling menarik adalah kesederhanaannya yang mengagumkan, berupa suara gitar dan serangan vokal Michael yang lebih dahsyat. Di lagu ini Michael berkolaborasi dengan gitaris Eddie Van Halen dari grup band Van Halen. "Beat It" adalah selebrasi kepercayaan diri yang berasal dari pemahaman bahwa tak perlu apa-apa untuk memberi bukti. (ANT/Rolling Stone/ONO)

Jacko: Saya Lebih Baik Mati, Saya Sudah Tamat


Minggu, 28 Juni 2009 | 16:34 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Mendiang bintang pop Michael Jackson belum lama ini putus asa dan merasa lebih baik mati sebagaimana ditulis wartawan paruh waktu, Ian Halperin, dalam bukunya The Final Years of Michael Jackson.

Jackson pada 21 Juni mengeluh kepada seorang sumber Halperin. Saat itu sang megabintang mengatakan tidak punya daya lagi untuk tampil di panggung karena sudah kehilangan suara dan gerak tari.

"Ini tidak akan berhasil," kata sumber tersebut mengutip Jackson. "Saya lebih baik mati. Saya sudah tamat." Halperin mengungkapkan hal tersebut dalam tulisan di media terbitan Inggris, Dailymail.

Sumber lainnya yang sangat dekat dengan Jackson saat kabar kematiannya menyebar luas kepada Halperin mengatakan bahwa "Michael lelah menjalani hidup. Dia sudah luluh lantak selama bertahun-tahun dan sekarang dia sudah di tempat yang lebih baik. Orang-orang di sekelilingnya mencekoki dia dengan obat-obatan agar Michael tetap bersama mereka. Merekalah yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban."

"Apapun hasil otopsi akhir, yang membunuh Michael Jackson adalah keserakahan. Jika dia tidak dibujuk oleh komplotan bankir, agen, dokter, dan penasihat untuk tampil dalam 50 konser di stadion O2 Arena di London, saya yakin dia sekarang masih hidup," tulis Halperin yang juga pembuat film itu. Konser itu rencananya akan berlangsung bulan depan.

Dia mencatat, Jackson pada Mei menjumpai para penggemarnya saat keluar dari studio latihan Burbank. "Terima kasih atas dukungan dan cinta Anda. Saya ingin katakan bahwa saya sangat mencintai Anda. Saya tidak tahu apakah mampu tampil dalam 50 kali pertunjukan. Saya bukan penggemar makanan. Saya perlu meningkatkan berat badan. Saya benar-benar marah mereka telah mem-booking saya untuk 50 pertunjukan. Saya cuma ingin 10."

Di sisi lain, Jackson juga biasa mendapat resep obat keras dari dokter-dokternya setiap kali mengeluh "nyeri". Sumber Halperin menyebut, Jackson biasa menelan OxyContin, obat keras yang punya julukan "Hillbilly Heroin" meski tidak setiap hari mengonsumsi.

Helperin, yang bertahun-tahun melakukan penyelidikan terhadap Michael Jackson untuk bahan bukunya, menilai bahwa Michael Jackson jelas-jelas orang yang kesepian dan dalam masalah besar.

Jackson meninggalkan 200 lagu karya sendiri dan belum dipublikasikan untuk tiga anaknya, yaitu Prince Michael (12), Paris Katherine (11), dan Prince Michael II alias Blanket (7). Ibunda Jackson, Katherine, menuntut agar tiga cucunya tinggal bersama dia di California, sedangkan Deborah Rowe, ibu Prince dan Paris, ingin mengurus anaknya.