Senin, 23 Maret 2009

About Of Love

Cinta…

rasa yang tak nyata

menyelewengkan akal manusia

entah kenapa Tuhan ciptakan cinta didunia

hanya sang pencipta yang tahu jawabannya

my love

Cinta menenggelamkan logika manusia tapi sumber inspirasi dunia

Bocah Kelas 1 SD Ketakutan Naik Pesawat Lagi


Senin, 23 Maret 2009 | 13:11 WIB

BATAM, KOMPAS.com - Tanpa didampingi orang tua, Willy (7) berangkat ke Jakarta dari Tanjungpinang, Kepri. Namun naas, pesawat yang ditumpanginya rusak, dan terpaksa mendarat darurat di Bandara Hang Nadim, Batam, Senin.
"Mama sudah menunggu di Jakarta," kata Willy sambil meneteskan air mata. Tubuhnya gemetar. Setelah mengungkapkan hal itu, Willy terdiam, menatap kosong ke arah penumpang lain yang meminta kepastian terbang dari pihak maskapai.
Air mata terus mengalir di pipi anak kelas I SD di Jakarta itu. "Takut,..." katanya kemudian.
Pelan-pelan, ia menuturkan sebelumnya dia diantar pamannya ke Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang untuk kemudian ke Jakarta menggunakan pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ 035.
Willy dititipkan pamannya ke pihak Sriwijaya Air. Sedangkan ibunda Willy menunggu kedatangannya di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng.
Sekitar delapan menit setelah pesawat mengudara, mesin pertama sebelah kiri mengeluarkan bunyi ledakan. Tidak lama kemudian, pramugari mengabarkan pesawat mengalami masalah teknis dan harus mendarat darurat di Bandara Hang Nadim Batam.

Willy, yang terbang tanpa didampingi orang tua merasa gusar, tidak tahu harus berlindung kepada siapa. Sesampainya di Bandara Hang Nadim, setiap penumpang berupaya menyelamatkan diri masing-masing. Sementara Willy, kebingungan sendirian.
Ia pun tidak tahu harus ke mana. Karena seluruh kerabatnya berada di Tanjungpinang. "Enggak mau naik pesawat lagi," katanya kemudian.
Pihak bandara berupaya menghubungi orangtua Willy. Namun, Willy, terlalu syok untuk berbincang-bincang. Ia menepis telepon genggam yang disodorkan kepadanya.

"Enggak...enggak,... ," katanya. Ketika diajak pihak maskapai untuk diamankan pun ia menolak.

"Oom gendong, ya," bujuk petugas Sriwijaya Air. Willy menjawab dengan gelengan pelan.

Sementara itu, Humas Bandara Hang Nadim Hendrawan mengatakan masalah Willy diserahkan kepada pihak maskapai. Ia membenarkan Willy naik pesawat dengan status dititipkan orang tua ke maskapai, UM.

"Itu diperbolehkan," kata dia. Hingga saat ini, pihak maskapai belum memberikan pernyataan seputar kerusakan pesawat dan kondisi Willy selanjutnya.

Rabu, 11 Maret 2009

Hantu Penonton, d'Masiver Dari Dunia Lain


Minggu,01 Maret 2009 16.29
Kapanlagi.com
- Saat ditemui Senin (23/02) di jumpa pers A Mild Wanted 2009, d Masiv tampak makin mantap melenggang di dunia panggung. Sepak terjangnya semakin diakui masyarakat berkat usaha maksimal yang digawangi Ryan ini. "Seneng banget, sepanjang tahun lalu kita bisa keliling nusantara untuk promo album," ungkap mereka bersyukur atas kesuksesannya.

Band asal Jakarta ini sedang mempersiapkan penggarapan album baru yang diharapkan siap diluncurkan tahun ini. Atas kerja keras tim, d Masiv akhirnya sempat menikmati liburan ke luar negeri, Brunei Darussalam mereka pilih sebagai negara yang pertama kali dikunjungi.

Sukses d Masiv kiranya santer terdengar di mana-mana, sampai-sampai dikabarkan pula ada hantu menonton konsernya di Papua. "Iya kami bahkan tidak tahu kalau pas konser ada hantu tertangkap kamera," pungkas d Masiv yang sempat melihat cuplikan konser mereka di YouTube.

"Jadi pas kami nyanyi lagu Merindukanmu, si hantu itu ikutan nonton," lanjut mereka. Menurut mereka hal ini bukan hal yang mengganggu, bahkan dengan sedikit gurauan, mereka menganggap d'Masiver ternyata tak hanya ada di dunia manusia, tetapi di dunia makhluk halus, d Masiv juga terkenal.

"Mungkin ini memang suatu kebetulan, yang jelas lagu itu berkisah tentang kerinduan pada orang yang telah tiada. Jadi pas deh," kata d Masiv tanpa memperlihatkan rasa takut pada kisah hantu yang antusias melihat konsernya itu.

Dipaksa Jatuh Cinta

Pak Dedy seorang dosen yang masih melajang, suatu hari dengan santai masuk ruang kelasnya seperti biasa. Tetapi kali ini ia sangat terkejut bercampur marah. Hal ini karena semua mahasiswinya berdandan sangat menor dan duduk di depan.

Supri: "Ada apa Pak, kok membanting pintu segala?"

Dedy : "Lihat para mahasiswi itu, masa saya dipaksa jatuh cinta!"

Supri: "Oh...!" (Sambil tertawa)

DPR Berharap Yudhoyono-Kalla Tetap Harmoni


Jakarta (ANTARA News) - DPR RI berharap hubungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla tetap harmonis dan menjalankan tugasnya hingga akhir masa bhakti, meskipun keduanya akan sama-sama menyalonkan presiden pada Pilpres mendatang.

Ketua DPR Agung Laksono usai menerima Duta Besar Suriah untuk Indonesia Darwish Baladi di Gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu. mengatakan, Yudhoyono dan Kalla sebaiknya terus menjalin komunikasi agar kinerja pemerintah tetap terjaga.

"Kita harapkan hubungan tidak terganggu agar kinerja pemerintah dapat berjalan baik," katanya.

Agung yang juga Wakil Ketua Umum DPP Golkar mengemukakan, Yudhoyono-Kalla masih memiliki kesempatan untuk menuntaskan tugas hingga akhir masa bhakti dengan tetap menjaga hubungan baik keduanya.

Dalam sisa masa bhakti hingga 1 Oktober 2009, keduanya diharapkan tidak terganggu oleh dinamika menjelang Pilpres.

"Setidaknya sampai berakhir masa tugas beliau pada Oktober 2009," kata Agung yang mengatakan bahwa DPR mendukung keduanya untuk menyelesaikan tugas hingga akhir masa bhaktinya.

Selama hampir lima tahun pemerintahan Yudhoyono-Kalla, Agung menilai, kinerja pemerintah cukup berhasil, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan. "Ada hasil yang cukup menggembirakan, meskipun pada sisi yang lain masih ada kekurangan," katanya.

Yudhoyono dipastikan dicalonkan kembali oleh Partai Demokrat, sedangkan Kalla sudah menyatakan kesiapan untuk memasuki rivalitas sebagai calon presiden dalam Pilpres 2009, walaupun keduanya belum secara resmi deklarasikan sebagai Capres.