Cinta…
rasa yang tak nyata
menyelewengkan akal manusia
entah kenapa Tuhan ciptakan cinta didunia
hanya sang pencipta yang tahu jawabannya

Cinta menenggelamkan logika manusia tapi sumber inspirasi dunia
rasa yang tak nyata
menyelewengkan akal manusia
entah kenapa Tuhan ciptakan cinta didunia
hanya sang pencipta yang tahu jawabannya

Cinta menenggelamkan logika manusia tapi sumber inspirasi dunia

BATAM, KOMPAS.com - Tanpa didampingi orang tua, Willy (7) berangkat ke Jakarta dari Tanjungpinang, Kepri. Namun naas, pesawat yang ditumpanginya rusak, dan terpaksa mendarat darurat di Bandara Hang Nadim, Batam, Senin.
"Mama sudah menunggu di Jakarta," kata Willy sambil meneteskan air mata. Tubuhnya gemetar. Setelah mengungkapkan hal itu, Willy terdiam, menatap kosong ke arah penumpang lain yang meminta kepastian terbang dari pihak maskapai.
Air mata terus mengalir di pipi anak kelas I SD di Jakarta itu. "Takut,..." katanya kemudian.
Pelan-pelan, ia menuturkan sebelumnya dia diantar pamannya ke Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang untuk kemudian ke Jakarta menggunakan pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ 035.
Willy dititipkan pamannya ke pihak Sriwijaya Air. Sedangkan ibunda Willy menunggu kedatangannya di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng.
Sekitar delapan menit setelah pesawat mengudara, mesin pertama sebelah kiri mengeluarkan bunyi ledakan. Tidak lama kemudian, pramugari mengabarkan pesawat mengalami masalah teknis dan harus mendarat darurat di Bandara Hang Nadim Batam.
Willy, yang terbang tanpa didampingi orang tua merasa gusar, tidak tahu harus berlindung kepada siapa. Sesampainya di Bandara Hang Nadim, setiap penumpang berupaya menyelamatkan diri masing-masing. Sementara Willy, kebingungan sendirian.
Ia pun tidak tahu harus ke mana. Karena seluruh kerabatnya berada di Tanjungpinang. "Enggak mau naik pesawat lagi," katanya kemudian.
Pihak bandara berupaya menghubungi orangtua Willy. Namun, Willy, terlalu syok untuk berbincang-bincang. Ia menepis telepon genggam yang disodorkan kepadanya.
"Enggak...enggak,... ," katanya. Ketika diajak pihak maskapai untuk diamankan pun ia menolak.
"Oom gendong, ya," bujuk petugas Sriwijaya Air. Willy menjawab dengan gelengan pelan.
Sementara itu, Humas Bandara Hang Nadim Hendrawan mengatakan masalah Willy diserahkan kepada pihak maskapai. Ia membenarkan Willy naik pesawat dengan status dititipkan orang tua ke maskapai, UM.
"Itu diperbolehkan," kata dia. Hingga saat ini, pihak maskapai belum memberikan pernyataan seputar kerusakan pesawat dan kondisi Willy selanjutnya.

Band asal Jakarta ini sedang mempersiapkan penggarapan album baru yang diharapkan siap diluncurkan tahun ini. Atas kerja keras tim, d Masiv akhirnya sempat menikmati liburan ke luar negeri, Brunei Darussalam mereka pilih sebagai negara yang pertama kali dikunjungi.
Sukses d Masiv kiranya santer terdengar di mana-mana, sampai-sampai dikabarkan pula ada hantu menonton konsernya di Papua. "Iya kami bahkan tidak tahu kalau pas konser ada hantu tertangkap kamera," pungkas d Masiv yang sempat melihat cuplikan konser mereka di YouTube.
"Jadi pas kami nyanyi lagu Merindukanmu, si hantu itu ikutan nonton," lanjut mereka. Menurut mereka hal ini bukan hal yang mengganggu, bahkan dengan sedikit gurauan, mereka menganggap d'Masiver ternyata tak hanya ada di dunia manusia, tetapi di dunia makhluk halus, d Masiv juga terkenal.
"Mungkin ini memang suatu kebetulan, yang jelas lagu itu berkisah tentang kerinduan pada orang yang telah tiada. Jadi pas deh," kata d Masiv tanpa memperlihatkan rasa takut pada kisah hantu yang antusias melihat konsernya itu.
inya berdandan sangat menor dan duduk di depan.